Postingan

Menampilkan postingan dengan label Diriku

September 2002: Dunia Menyambut Kelahirannya

Gambar
     Sembari membilas busa dari sabun cuci muka yang menempel di wajahku, tiba-tiba terlintas di pikiran bahwa dalam hitungan hari, aku akan menginjak usia 22 tahun. Aku segera duduk di meja belajarku, menyalakan laptop, dan memutar sebuah playlist dengan judul " Contemplation Melod y" dari aplikasi streaming musik. Kembali kubuka salah satu tulisan yang sudah lama tersimpan sebagai draft di blogku, berjudul "September 2002: Dunia Menyambut Kelahirannya". Sama seperti empat tahun lalu saat aku pertama kali hendak menulisnya, aku masih tidak tahu apa yang harus kutulis. Bukan tidak mempunyai bahan untuk ditulis, tetapi karena saking banyaknya hal-hal yang berenang di pikiranku, aku tidak tahu harus memulainya dari mana. Maka dengan kebuntuan itu, aku mencari contoh pertanyaan-pertanyaan untuk refleksi diri di mesin pencari. Aku akan mencoba menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan memikirkan segala hal yang telah terjadi selama 22 tahun aku hidup.   "Hal a...

Now Playing: Diri by Tulus

Gambar
TW/Sensitive Content 31 Juli 2022 The amount of hate I have towards myself is scary. Aku mencari cutter di antara tumpukan barang-barangku dan menggenggamnya erat begitu berhasil menemukannya. Sambil terus menangis, aku mencoba menggoreskannya satu kali di pergelangan tangan kiriku. Segala pemikiran buruk terus berdatangan memenuhi kepala, bagai bersuara membujukku untuk mengakhiri semuanya. Karena tidak memiliki keberanian, aku berakhir hanya mencoret-coret pergelangan tangan kiriku dengan spidol berwarna merah. Seperti yang biasa kulakukan ketika pikiran untuk menyakiti diri kembali menghampiriku. Beruntungnya, dia mengetahui kondisiku secara tidak sengaja. Dia mengirimiku pesan, menanyakan keadaanku. Dia juga menelepon, mengajakku keluar untuk menemaninya membeli air minum. Aku mengiyakan, seperti biasanya. Tidak lama setelah itu, dia menjemputku. Menanyai aku ingin pergi ke mana karena sebenarnya dia tidak ingin membeli air minum. Selama perjalanan, tangan kirinya berka...

Am I Good Enough?

Gambar
— Setelah sekian lama, akhirnya aku menemukan satu tokoh dalam K-drama yang memiliki keresahan yang sama denganku. Dia adalah Yeom Ki-jung dari K-drama berjudul 'My Liberation Notes' . Drama yang saat ini tengah kutonton. Sejujurnya aku malu mengatakan ini, tapi keresahan yang kumaksud di sini adalah: am I good enough to be loved ? Aku lupa kapan terakhir kali aku merasa dicintai oleh lawan jenis yang tidak memiliki hubungan darah denganku, sebab beberapa tahun belakangan, kisah romansaku tidak pernah berjalan dengan baik. Aku selalu berakhir menyukai seseorang yang tidak memiliki perasaan terhadapku. Sebenarnya, ada beberapa orang yang pernah menyatakan perasaannya padaku, tapi aku tidak memiliki rasa yang sama dengan mereka. Dan bagiku, dicintai hanya akan terasa menyenangkan apabila orang tersebut adalah orang yang kucintai juga. Karena kalau tidak, aku akan diselimuti perasaan bersalah, sebab aku tahu bagaimana sakitnya. Aku juga pernah berada di zona abu-abu be...

A Letter from May 28th, 2020

Gambar
— Beberapa bulan yang lalu, tepatnya 28 Mei 2021, aku menerima sebuah e-mail yang ternyata adalah surat yang kutulis untuk diriku sendiri tahun lalu. Aku ingat pernah menulis ini, tetapi tidak ingat apa yang kutulis dan kapan tulisan tersebut akan sampai kepadaku di masa depan. Jadi, ketika menerima e-mail tersebut, aku cukup excited untuk membaca isinya. Dear Dinda di 2021, Semoga saat itu lo udah tenang karena berhasil keterima di universitas impian lo, yaitu ISI Jojga Jurusan Perfilman. Kalau pun lo gagal di percobaan pertama (SNM), semoga lo bisa kembali menata hati dan pikiran lo lagi dengan ga sedih sampe berlarut-larut. Gue percaya lo bisa menghadapi kegagalan dengan bersikap dewasa. Pun kalau berhasil keterima, gue harap lo ga jadi manusia tinggi hati dan cepet puas dengan pencapaian lo. Inget, selamanya lo harus tetep belajar untuk jadi lebih baik lagi. Gimana persoalan jerawat dan berat badan yang suka ngeganggu ke-insecure-an lo beberapa tahun belakang...

Manusia Si Makhluk Kesepian

Gambar
— Sebagai seorang introvert , kuakui interaksi sosial bisa sangat melelahkan. Rasanya energiku terkuras habis setiap kali berinteraksi dengan orang lain sampai berjam-jam atau berada di lingkungan yang ramai. Untuk memulihkan energi tersebut aku membutuhkan waktu sendirian tanpa diganggu oleh siapa pun. Biasanya yang kulakukan adalah menonton film, drama, atau acara varietas Korea. Namun, tentu saja aku tetap butuh bertemu dan berinteraksi dengan orang lain. Maksudku, teman-teman dekat. Sejujurnya aku justru senang berkumpul dengan orang-orang yang memang dekat dan obrolannya nyambung denganku. Aku bisa sangat nyaman dan betah menghabiskan waktu berjam-jam bersama mereka. Kalau begitu kan rasanya energiku tidak terbuang percuma. Lain cerita kalau sekiranya kami tidak dekat dan obrolan mereka tidak nyambung denganku. Aku lebih baik tidak ikut kumpul-kumpul dan tetap di rumah. Karena aku benci merasa asing. Setidaknya setiap tahun aku pasti bertemu entah dengan teman SD/SMP...

Yang Ikut Hilang Seiring Beranjak Dewasa

Gambar
Uju Hospital Playlist — Jika dibaca dari judulnya, terkesan seperti usiaku setidaknya sudah menginjak kepala dua, bukan? Padahal ketika menulis ini usiaku baru 17 tahun 9 bulan. Masih terbilang remaja memang, tapi bisa dibilang aku sedang berada dalam fase beranjak dewasa ini. Pandanganku juga mulai berubah terhadap beberapa hal. Karena penasaran, beberapa waktu lalu aku mencoba menanyakan pertanyaan ini kepada teman-temanku: “Apa yang ikut hilang seiring kalian beranjak dewasa?” Berikut beberapa jawaban dari mereka: Dulu sangat meng- idolize orang tua sendiri, tapi sadar kalau semua orang mempunyai kelebihan dan kekurangan. Aku sendiri dulu berkeinginan memiliki pasangan yang sifatnya seperti Ayah. Bagiku, beliau sangat baik. Suka tiba-tiba membelikanku makanan saat aku sedang merajuk, hampir semua kemauanku beliau turuti, dan lain sebagainya. Tetapi seiring aku tumbuh, aku mulai melihat sisi yang tidak kusukai dari Ayah. Aku sempat merasa kecewa karena ternyata sosok yang ku...

September Kelabu

Gambar
— Semingguan ini nangis mulu tiap hari. Apalagi tiap ke kamar mandi. Udah 2 kali aja naro gunting di atas urat nadi. Tapi untungnya gaada nyali, jadi ga dilakuin. Kemudian selalu berakhir dengan meluk diri sendiri sambil ngomong berulang kali, “Gapapa, gapapa, gapapa.” Begitulah bunyi cuitanku di twitter pada 25 September 2020, tepat sehari sebelum ulang tahunku yang ke-delapan belas. Tidak lama setelah itu, beberapa temanku langsung menanyakan keadaanku dan menyemangatiku. Bahkan, empat orang temanku berkomplot mengirimkanku makanan dengan secarik kertas berisikan kekhawatiran mereka terhadapku yang tidak lupa diiringi dengan umpatan. Mereka mengirim itu tanpa sepengetahuanku. Mama yang pertama kali menerima kiriman makanan itu. Ketika tiba-tiba seorang driver ojek online datang mengantarkan makanan ke rumah, keluarga kebingungan. Ini dari siapa? Perasaan keluargaku tidak ada satu pun yang memesan makanan. Aku pun membaca tulisan di secarik kertas tersebut dan langsung ...

Tidak Apa-Apa, Sungguh

Gambar
— Hai, bagaimana keadaanmu? Jika kukatakan kalimat semacam, "Tidak apa-apa, kau telah berusaha keras." "Tidak apa-apa, kau bisa mencobanya lagi." "Tidak apa-apa, semua akan kembali baik-baik saja." Kau mungkin ingin mencengkram kerah bajuku kuat-kuat. Kau muak mendengar semua kata-kata itu yang bagimu hanyalah bualan bodoh tak masuk akal dan sangat naif. Aku pun sepakat denganmu.  Tidak ada orang yang baik-baik saja setelah kerja kerasnya tidak terbayarkan. Tidak ada orang yang baik-baik saja setelah gagal dan harus mencoba kembali. Dan hei, bagaimana bisa aku yakin bahwa semua akan kembali baik-baik saja? Aku ini 'kan bukan Tuhan yang Mahatahu segalanya? Kuharap kau tidak salah paham. Aku hanya ingin kau tahu, ketika aku mengatakan semua itu, aku sungguh-sungguh bermaksud mengatakannya. Maksudku, kau memang telah berusaha semampumu, kau sendiri yang bisa memutuskan apakah akan mencobanya kembali atau tidak, dan kau akan kembali baik-baik s...

Jikalau Dilahirkan Kembali

Gambar
Apabila ditanya: “Jikalau dilahirkan kembali, ingin jadi apa?” Jelas, tetap menjadi manusia. Mungkin terlahir sebagai hewan akan terdengar lebih menyenangkan, namun tidak semua hewan hidup dengan nyaman. Ambil contoh mudahnya, kucing. Jika kita dilahirkan menjadi kucing peliharaan yang disayang oleh pemiliknya sih, enak. Tidak perlu pusing memikirkan akan makan apa hari ini karena sudah disediakan, buang air dibersihkan, dielus-elus dengan penuh kasih sayang, dijadikan teman bercerita. Lalu bagaimana jika terlahir sebagai kucing liar? Apa tidak memikirkan strategi mencuri ikan di rumah orang? Belum lagi jika si pemilik rumah tidak berperasaan, bisa-bisa disiram air atau diusir dengan cara apapun agar tidak kembali lagi ke rumah itu. Hujan, kedinginan. Sakit, tidak ada yang mengurus. Beruntung jika ada orang baik yang sudi mengadopsi. Jika tidak? Mati pun sendirian. Aku pernah membaca sebuah artikel yang menyebutkan bahwa kucing yang akan mati justru memilih untuk menyen...