Postingan

Menampilkan postingan dengan label Kerabat

Memori Baik dari Masa Putih Abu-Abu

Gambar
Banyak orang bilang, masa SMA adalah masa yang paling indah. Paling membahagiakan. Bagiku pribadi, masa SMA bukan lah masa yang 'paling' indah, namun tetap memiliki kesan dan tempat tersendiri di hatiku. Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua orang yang telah terlibat di dalamnya; Guru Geografi yang membukakan jalan menuju impian dan kehidupan kuliahku, Guru PKN yang sangat suportif (guru terbaik dan terkeren yang pernah kukenal!), teman-teman satu angkatan di organisasi yang kuikuti, beberapa teman satu kelas yang banyak membantuku selama sekolah, dua teman belajar saat aku memutuskan lintas jurusan untuk UTBK, serta keempat teman dekat yang paling banyak membuatku tertawa dengan lelucon-lelucon mereka yang sering kali tidak masuk akal itu.  Hingga detik ini, aku masih berhubungan baik dengan mereka semua. Meski jarang bertemu, bahkan ada yang sudah tidak pernah bertemu lagi denganku, kami masih sesekali saling menunjukkan keberadaan dan dukungan lewat hal-hal kecil d...

Jernih

Gambar
  1 Januari 2025 Katanya, setiap orang memiliki keberuntungannya masing-masing dalam hidup. Selama ini aku menyadari bahwa keberuntungan di hidupku salah satunya adalah dalam hal pertemanan. Alhamdulillah , aku selalu dikelilingi oleh teman-teman yang sangat baik. Mereka selalu ada di belakang badanku, mendukung impian-impian dan segala hal yang kulakukan demi merasa bahagia, juga bersedia menjadi tempat persinggahan ketika aku sedang tidak dalam keadaan yang baik. Mereka ada di sana, menemani dan menjagaku dari belenggu keterpurukan. Sederhananya, aku merasa diterima. Aku sangat menyayangi mereka. Aku sadar, bertemu dengan orang-orang yang tulus menyayangi kita itu bukan hal yang mudah. Jadi, sebisa mungkin aku menjaga mereka untuk tetap ada di hidupku. Selama mungkin. Cukup banyak di antaranya yang sudah berteman denganku selama lebih dari 8 tahun, bahkan hingga belasan tahun. Aku sangat sangat bersyukur atas hal tersebut. Tapi, sepertinya Tuhan hendak mengingatkanku kalau segala...

Kebahagiaan Kita Bukan Tanggung Jawab Mereka

Gambar
Dari dulu dengan bangganya aku selalu berpikir: “Ah, betapa bahagianya aku memiliki teman seperti mereka.” “Betapa bahagianya aku memiliki teman yang baik.” “Betapa bahagianya aku memiliki teman yang pengertian.” “Betapa bahagianya aku blablabla.” Sepanjang ingatanku, aku hampir selalu bahagia dengan orang lain yang menjadi alasannya. Secara tidak langsung, aku telah menggantungkan kebahagiaanku kepada mereka. Memangnya kenapa? Apa yang salah dengan itu? Toh , yang penting aku bahagia, kan? Iya, benar. Asal aku bahagia. Sampai akhirnya suatu hari ada kejadian yang seakan-akan menamparku untuk tersadar menghadapi kenyataan. Saat itu, aku tengah patah hati. Bukan karena cinta, melainkan karena impian yang sejak dulu aku harapkan terancam pupus. Ditambah, Ayah sakit. Aku benar-benar kacau malam itu. Karena butuh tempat untuk bercerita, aku pun mengeluarkan semua keluh-kesah dan kegelisahanku ke sebuah grup obrolan kecil yang beranggotakan teman-teman dekatku. Ada...