Postingan

Menampilkan postingan dengan label Manusia Lain

Sesungguhnya Cinta Itu Apa?

Gambar
Cinta... Aku tidak tahu banyak hal tentang cinta. Bahkan, mungkin sebenarnya aku tidak tahu apa-apa. Kurasa setiap manusia di bumi pernah mencintai sesuatu setidaknya sekali selama hidupnya. Mungkin saja mencintai diri sendiri, Tuhan, keluarga, teman, lawan jenis, hewan peliharaan, dan banyak lainnya. Karena ada begitu banyak hal di dunia yang bisa membuat kita jatuh cinta. Hal-hal yang remeh sekalipun. Cinta yang kutahu adalah tentang penerimaan. Apa pun yang terjadi, bagaimana pun keadaannya, sekali pun ia menunjukkan warna aslinya, cinta mengaburkan batasan seseorang dan membuatnya bisa menerima semua itu. Jika seseorang sungguh-sungguh mencintaimu, dia akan membuatmu merasa aman untuk menjadi dirimu sepenuhnya saat sedang bersamanya. Tanpa takut akan penolakan. Tanpa takut merasa dihakimi. Jika tidak demikian, barangkali sejak awal ia telah keliru untuk menunjukkan rasa cintanya itu, atau cintanya memang sudah tak ada di sana lagi. Ya, cinta bisa menghilang. Sebagaimana...

Kami Sadar, Jadi Tutup Mulut Kalian

Gambar
— MAMAMOO’s Hwasa once said : “You’re really unique and sing very well, but you’re fat and not pretty. Bastards. However, these words became a big turning point in my life. That day I ran home crying and lay in front of my computer and was bawling when I suddenly wanted to see a concert video that I downloaded before. So I turned that video on, and watched it continously, crying all night. Soon, I found myself promising this: If I don’t fit into this generation’s standard of beauty, then I will have to become a different standard.” Hidup sebagai orang dengan kelebihan berat badan dan wajah penuh jerawat seperti ini membuatku kenyang sekaligus muak dengan berbagai bentuk body shaming dan ejekan fisik lainnya. Aku mulai kelebihan berat badan setelah menstruasi pertamaku, nafsu makanku tiba-tiba menjadi meningkat drastis. Kalau jerawatan sejak aku kelas 9 SMP, sekitar akhir tahun 2017. Di tahun itu juga aku baru berkenalan dengan yang namanya stress , cemas, dan kawan-kawan...

Siapa yang Patut Disalahkan?

Gambar
— Sedang ramai dibicarakan di twitter , salah seorang penyiar radio disebut-sebut pernah melakukan pelecehan seksual tahun 2018 lalu. Terlepas dari benar atau tidaknya, aku selalu salut dengan korban yang berani speak up ke hadapan publik. Apalagi pelaku adalah seorang public figure yang pasti punya penggemar dan koneksi yang luas. Aku yakin, sebelum akhirnya memutuskan untuk speak up , korban pasti sudah berkali-kali menghadapi perasaan takut dan ragu. Mereka tahu betul, dengan speak up seperti itu mereka bisa saja diserang, tidak dipercaya, dan mendapat stigma negatif dari masyarakat. Karena selalu saja ada orang-orang yang aku tidak paham mengapa bisa-bisanya mereka menyalahkan korban dalam kasus pelecehan. Entah pakaiannya yang disalahkan, lekuk tubuhnya yang dibilang mengundang, bahkan beberapa orang menyebutkan perempuan memang seharusnya di rumah saja karena keberadannya bisa mengundang syahwat laki-laki. Semua kesalahan seakan-akan ditujukan kepada korban. Kena...

Manusia dan Ekspektasi

Gambar
— Kenapa akhirnya kalian memutuskan untuk membaca tulisan-tulisan di blog ini? Bagi orang-orang yang telah membaca tulisan-tulisanku tetapi tidak kenal dekat denganku, mungkin akan mengira bahwa aku adalah orang yang memiliki pemikiran cukup dewasa. Padahal nyatanya, tidak juga. Aku tidak jauh berbeda dengan remaja-remaja kebanyakan. Masih sering labil, mudah bad mood , suka mengeluh, dan lain-lain. Tapi, aku bisa memahami mengapa orang-orang bisa berpikir demikian tentangku. Karena secara sadar ataupun tidak, kita sering kali membangun ekspektasi tentang seseorang yang belum tentu sesuai dengan kenyataannya. Suatu waktu aku bercerita kepada salah seorang temanku kalau aku sedang menyukai seseorang yang sudah lama kukenal, tetapi sudah bertahun-tahun pula tidak pernah bertemu maupun kontakan dengannya. Aku menyukai orang ini selama kurang lebih dua tahun dan baru beberapa kali berinteraksi melalui pesan teks. Karena suatu hal, aku sangat sulit memiliki kesempatan untuk ...

Mengukur Kebahagiaan Seseorang

Gambar
— B elum lama ini aku menjumpai tiga orang yang beranggapan bahwa orang gemuk artinya mereka bahagia dan berlaku sebaliknya, kurus berarti tidak bahagia. Ketiganya laki-laki. Dua di antaranya aku dengar secara langsung, sedangkan satu orang lainnya aku dengar dari cerita temanku. Meski sudah diberitahu bahwa itu tidak sepenuhnya benar, mereka tetap gigih dengan pandangan tersebut. Cukup membuatku gregetan, tapi mau bagaimana pun, itu hak mereka untuk berpendapat. Lagipula entah berapa kali dipatahkan argumennya tidak akan berpengaruh, karena memang sudah tertanam seperti itu di pikiran mereka. Jadi, yang bisa kulakukan hanya lah meracau sendirian seperti ini. Menyedihkan. Aku berasumsi mereka bisa memiliki pemikiran seperti itu mungkin karena sejauh ini orang-orang bertubuh gemuk yang mereka jumpai selalu ‘terlihat’ tidak memiliki masalah dan bahagia, sedangkan orang-orang bertubuh kurus selalu ‘terlihat’ memiliki masalah serta beban yang harus ditanggung sehingga hidup...